Tentu membaca judul di atas seolah mengada-ada, apa mungkin membeli atau membangun rumah di dunia sekaligus bisa membangun istana di surga Allah SWT kelak?, apa ada hubungannya ?, bukannya kalau mau masuk surga itu harus sholat yang rajin, puasa, sedekah yang banyak, dan sebagainya?. Sedangkan bangun rumah itu kan masalah duniawi, untuk apa agama dibawa-bawa, masa jualan rumah pakai jualan agama, dosa tahu, agama kok dijual?.

Baiklah Begini Penjelasannya

Islam merupakan agama yang sifatnya holistik alias mengatur semua sendi kehidupan, baik sendi rohani, ritualitas kita sebagai hamba Allah yang wajib beribadah kepada-Nya, maupun segi kehidupan dunia.

Di satu sisi, Islam mengatur kehidupan ruhiyyah / rohani kita, di sisi yang lain Islam juga mengatur kehidupan duniawi kita. Islam mewajibkan setiap umatnya untuk beribadah langsung kepada Allah melalui ibadah mahdah atau ritual, seperti Sholat, Puasa, dan Haji. Namun Islam juga mempunyai aturan hidup lengkap untuk kita hidup di dunia.

Buy Phentermine South Africa Islam mewajibkan setiap kita melakukan perbuatan di dunia harus memiliki kesadaran hubungan kita dengan Allah SWT, bahwa semua perbuatan kita Allah Yang Maha Melihat selalu mengawasi.

Begitu juga dalam bermuamalah dalam perekonomian, termasuk dalam membeli properti seperti rumah atau tanah, maka Islam sangat melarang menggunakan transaksi Riba. Bahkan dosa riba itu sangat besar, dan termasuk dosa besar yang menjerumuskan seseorang langsung ke neraka, berikut adalah rincian betapa besar dan dahsyatnya dosa riba.

http://waitsmast.com/news/press_reviews/additional_2012_reviews_and_press Dosa Riba Paling Ringan Adalah Setara Dengan Dosa Berzina Dengan Ibu Kandung Sendiri

Buy Diazepam Roche عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ اَلنَّبِيِّ قَالَ: اَلرِّبَا ثَلاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ اَلرَّجُلُ أُمَّهُ

http://acesignco.com/ktuf/uixvy.php?rkf=things-you-can-do-with-busybox  

Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda,”Dosa Riba itu terdiri dari 73 tingkatan. Tingkatan yang paling ringan seperti seorang laki-laki berzina dengan ibu kandungnya sendiri. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Hadist di atas menurut jumhur ulama adalah shahih.

Bayangkan dosa riba yang paling ringan saja setara dengan berzina dengan ibu kandung sendiri. Bagaimana dengan dosa riba membeli rumah atau properti dengan jalan KPR Bank yang ribawi, sedangkan harga rumahnya saja sudah sampai ratusan juta?.

Alprazolam Order Online Now Dosa Riba Yang Kedua Adalah Setara Dengan Dosa Berzina Dengan 36 Pelacur

http://cellocoolers.com///?author=2 عَبْدِ الله بْنِ حَنْظَلَة غَسِيلُ المَلاَئِكةِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ِدرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلاَثِيْنَ زَنِيَّة – رواه أحمد

Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, dosanya jauh lebih dahsyat dari pada berzina dengan 36 wanita pelacur. (HR. Ahmad)

Jika satu dirham itu setara dengan Rp. 55.000, – maka betapa dahsyatnya dosa kita yang membeli rumah dengan cara ribawi, bayangkan nilai rumah yang kita beli, dan berapa juta bunga yang harus kita bayar, lalu bagi dengan Rp. 55.000, kalikan dengan 36 pelacur.

Seandainya Anda melihat tetangga Anda yang beragama Islam, namun hampir setiap akhir pekan dia mendatangi tempat pelacuran, walaupun Cuma berzina dengan 1 orang pelacur, bagaimana Anda melihat orang itu?, menjijikan, sangat hina?, lalu bagaimana dengan para pelaku riba?.

Allah SWT dan Rasul-Nya Mengumumkan Perang Terhadap Para Pelaku Riba

َا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman

َإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

 

“Maka jika kamu tidak meninggalkan sisa riba, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 278-279)

Betapa dahsyatnya laknat Allah SWT dan Rasul-Nya kepada para pelaku Riba. Bahkan Allah dan rasul-Nya sampai menantang perang kepada para pelaku riba, bayangkan kita ditantang perang oleh Allah SWT, sedangkan Raja Namrud saja yang memiliki Imperium Babilonia, sebuah imperium dengan tentara terkuat oada waktu itu, pasukannya hancur lebur ketika menantang perang Allah SWT, dan Allah hanya mengirimkan pasukan nyamuk untuk menghadapi ratusan ribu pasukan Raja Namrud yang kuat itu.

Lho bukannya pelaku riba itu kan Bank saja, kita kan Cuma sebagai nasabah dan konsumen rumah dengan KPR Bank tersebut.

Jangan salah, inilah 4 oknum yang Rasulullah SAW sebutkan sebagai orang yang terlibat secara langsung sebagai Pelaku Riba

عَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), konsumen riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).

Pemakan Riba, yaitu pihak Bank, rentenir dan lainnya, mereka yang menyediakan jasa keuangan ribawi kepada masyarakat

Konsumen Riba, yaitu mereka yang meminjam uang, konsumen KPR Bank, konsumen kredit, pemegang Kartu Kredit, pemegang KTA, konsumen rekening koran, dan kawan-kawan.

Penulis Transaksi, yaitu mereka yang mencatat transaksi riba.

Saksi-saksi, yang menyaksikan transaksi riba. Imam Nawawi menyebutkan bahwa yang termasuk saksi juga mereka yang membantu transaksi riba tersebut, seperti marketing Bank, marketing freelance Bank, dan kawan-kawan.

Semua mendapat dosa dan laknat yang sama, sebagaimana disebutkan di atas.

Dari sini tentu kita semua sudah paham, bahwa jika kita melakukan dosa besar maka Allah akan melaknat kita dan memasukan kita ke neraka, tentu jika kita membeli rumah dengan KPR Bank yang ribawi, kita akan terkena dosa riba, dan tidak mungkin kita bisa punya istana di surga, jika dosa riba membawa kita ke neraka.

SOLUSI PROPERTI TANPA RIBA

KPR Riba Haram

Tentu bagi kita seorang muslim yang memang membutuhkan investasi Properti, maka tak bisa dipungkiri kita wajib memilih Properti Syariah Tanpa Riba.

Yang dimaksud Properti Syariah Tanpa Riba adalah sebuah investasi properti berupa rumah atau tanah / kavling yang proses transaksi pembeliannya menggunakan transaksi yang dibenarkan oleh Syariat Islam yaitu :

Tanpa Riba

Tidak ada akad ribawi, tidak bunga, semua harga disebutkan secara jelas di awal, mana harga jika dibayar tunai, mana harga jika dibayar secara kredit, dan semua sudah melewati kesepakatan antara kedua belah pihak.

Jumhur ulama menyatakan bahwa perbedaan harga cash dan kredit bukan termasuk riba, karena akadnya jual beli.

Misalnya rumah dijual dengan cash 100 juta, jika dibeli secara cicilan 1 tahun jadi 120 juta dengan cicilan 10 juta tiap bulan, itu boleh, karena itu jual beli.

Dalam konsep Properti Syariah, pihak Developer sangat menganjurkan konsumen untuk membeli cash / tunai, ini jelas berbeda dengan KPR Perbankan.

Baca Juga : The Ortensia Village, Hunian Syariah Tanpa Riba dengan integrasi taman bunga dan pendidikan Islami buat anak-anak.

Tanpa Bank

Transaksi jual beli antara Konsumen dan Developer / Pengembang Properti dilakukan secara langsung, tanpa perantara Bank, jadi konsumen langsung membeli ke pihak Developer baik tunai / cash atau kredit.

Berbeda dengan KPR Bank, baik konvensional maupun Bank berlabel Syariah, dimana konsep transaksinya adalah konsumen dipinjami sejumlah uang dengan bunga tertentu, untuk membayar rumah milik Developer, sedangkan konsumen membayar kredit kepada Bank dengan bunga.

Properti Syariah Bogor

Tanpa Denda

Jika konsumen membeli Properti Syariah dengan cara kredit syariah, maka tidak boleh diberikan denda jika telat membayar setiap bulannya. Karena denda pada hutang termasuk Riba. Maka ini diharamkan oleh Syariah.

Hutang adalah sesuatu yang wajib dibayar, karena seorang muslim yang mati dalam keadaan berhutang, maka dia akan ditagih hingga akhirat, semua pahalanya akan diberikan kepada si pemberi hutang, dan jika belum lunas juga, maka dosa-dosa si pemberi hutang akan ditimpakan kepada si pengutang.

Tanpa Penalti

Dalam perjanjian Kredit Properti Syariah, pembeli tidak dikenakan penalti jika pembeli hendak melunasi cicilan di tengah jalan sebelum tenor cicilan berakhir, karena justru ini yang disukai oleh para Developer Properti Syariah, cepat lunas, cepat untung. Bahkan ada beberapa Developer Properti Syariah yang memberikan diskon khusus kepada pembeli yang hendak melunasi cicilan sebelum masa tenor berakhir.

Tentu ini sangat berbeda dengan KPR Bank yang riba, karena sistem cicilan mereka adalah bunga bertumbuh dari waktu ke waktu, tentu akan sangat mengecewakan jika pembeli harus melunasi di tengah jalan sebelum tenor berakhir, karena akan mengurangi keuntungan yang mereka dapat.

Tanpa Sita

Ini adalah mekanisme KPR Properti Syariah terhadap konsumen yang gagal bayar. Maka Developer Properti Syariah tidak menerapkan sita, namun akan membantu konsumen untuk menjual rumah tersebut hingga laku. Uang hasil pembayaran akan dipotong sisa cicilan yang masih nunggak dan sisanya dikembalikan ke konsumen. Adil bukan?

KESIMPULANNYA

Sangat mungkin bagi kita seorang muslim untuk membangun atau membeli rumah di dunia, sekaligus membeli kavling serta dibangunkan istana di Surga Allah SWT kelak, dengan dimulai meninggalkan Riba.

TANPA RIBA, IBADAH KITA TIDAK AKAN SIA-SIA, KARENA BISA MEMBERATKAN TIMBANGAN PAHALA KITA

Leave a Reply